Portal pertemanan adalah salah satu jenis situs terbuka yang paling banyak menjaring pengunjung. Dalam Alexa Top 100 Sites saja, saya menemukan sekitar sepuluh portal dengan konsep social networking. Sebut saja Facebook, Myspace, Hi5, V Kontakte, Skyrock, Odnoklasniki, Livejournal, Orkut, Fotolog, dan tentu saja situs pertemanan paling populer di Indonesia : Friendster. Antusiasme yang besar dari warga dunia maya, untuk berinteraksi dengan dan dalam portal social networking itupun tersimak dari keberhasilan Fupei, sebuah portal social networking (jejaring sosial) untuk warga Indonesia.
Diantara sekian banyak portal pertemanan itu, saya dan mungkin kebanyakan orang di negeri ini lebih familiar dengan Friendster dan Facebook. Yang saya sebut pertama, dikenal sebagai pelopor dari seluruh portal layanan jejaring sosial di dunia maya. Sedang yang saya sebut kedua, adalah portal layanan jejaring sosial yang akhir-akhir ini menjadi trend di dunia maya. Karena yang pertama, Friendster, begitu populer di Indonesia, dan karena yang kedua, Facebook, merupakan portal paling tinggi peringkatnya diantara portal jejaring sosial di dunia maya, saya akan mengungkapkan beberapa poin subjektif pribadi, tentang kelebihan dan kelemahan Friendster dan Facebook. Ya, pendapat ini saya sebut check-list subjektif, sebab pasti banyak orang yang akan berbeda pendapat dengan saya. Poin-poin ini, semata-mata hasil dari proses merasakan atau pengalaman selama menggunakan layanan dan konten, dalam dua portal jejaring sosial terkemuka itu.
-
Plus-Minus Point-nya Friendster
Friendster merancang proses registrasi yang mudah, bagi para browser atau surfer yang hendak menjadi member. Untuk proses konfirmasi akunpun, calon member menerima mail confirmationnya tepat di inbox. Singkatnya bisa dikatakan, proses pendaftaran di portal pelopor layanan jejaring sosial ini relatif cepat dan mudah. Disamping proses sign-up, berikut ini beberapa keunggulan lain yang dimiliki oleh Friendster :
1. Sebagai layanan jejaring sosial yang banyak member-nya berasal dari Indonesia (paling populer di negeri ini), saya merasa feel at home, disaat berkegiatan di portal ini. Saya bisa melihat banyak profil orang Indonesia, dengan beragam karakter yang terakumulasi dalam biodatanya. Sehingga, bagi saya, fungsi layanan jejaring sosial daripada portal Friendster ini, yaitu memperluas pergaulan dan menjalin pertemanan, tentu bisa lebih optimal daripada portal layanan jejaring sosial lainnya.
2. Entah karena sudah lebih lama dan akrab dengan tampilan Friendster, saya merasa portal layanan jejaring sosial ini lebih user-friendly daripada portal manapun. Lagipula, proses kustomisasi tampilannya lebih mudah daripada kustomisasi tampilan di berbagai portal layanan jejaring sosial lainnya. Saya bisa memilih berbagai background, beragam jenis font, atau menerakan media box dengan mudah pada tampilan Friendster.
3. Salah satu keunggulan Friendster yang saya anggap menjadi faktor diferensial paling berpengaruh bagi saya adalah : keleluasaan disaat membuat profil pribadi. Saya bisa menggunakan nama asli atau alias, sebagai pemilik akun Friendster. Dalam hal ini, Friendster memberi keleluasaan dan lebih fleksibel ketimbang portal sejenis.
4. Mudah bagi saya untuk memberikan komentar atau testimoni, terhadap siapapun member Friendster yang merancang akunnya, agar terbuka menerima komentar. Jenis materi testimonialnya-pun bisa menggunakan teks, gambar atau bahkan media box yang aktif.
5. Menu search Friendster menyajikan pilihan atau kategori yang banyak, untuk menyortir siapa-siapa member yang akan ditampilkan, setelah member melakukan proses pencarian kolega lama/ calon kolega. Jangankan pencarian berdasarkan nama, menu search Friendster bisa sekalian menyortir pencarian dengan pengidentifikasian alamat, hobi, afiliasi, perusahaan, sekolah dan lain sebagainya. Pada poin nomor 4 saya mengungkapkan penghargaan lebih kepada Friendster, yang memberikan keleluasaan seorang member dalam merancang profilnya. Namun sayang, keleluasaan ini malah membuat banyak member memalsukan identitas sebenarnya didalam Friendster. Sehingga, banyak sekali ditemukan akun palsu. Bahkan beberapa akun palsu itu, terkadang menampilkan profil seseorang yang secara norma tidak layak ditampilkan ke publik dunia maya. Nah, selain nilai minus dalam hal banyaknya akun palsu itu, berikut beberapa kekurangan mendasar dari Friendster :
1. Tidak punya sistem filtering spam yang baik, sehingga fasilitas buletin dan inbox saya sebagai member terkadang dipenuhi oleh iklan-iklan teks atau digital yang tak perlu dan mengganggu.
2. Tampilan Friendster saya terkadang dipenuhi iklan juga. Tampilan ini jadi sering mengganggu, terutama disaat saya hendak melakukan kustomisasi dengan corak dan warna yang tidak sesuai dengan tampilan iklan.
3. Pilihan warna, style dan corak layout template tertentu, sering menyamarkan fasilitas-fasilitas yang ada di halaman utama profile Friendster. Desain yang terlalu semarak dan kelebihan pernak-pernik, kadang membuat saya kesulitan dan enggan meneliti lebih jauh profil seorang member.
4. Fitur-fiturnya belum banyak yang dikembangkan. Misalnya, pengkategorian foto yang tidak menyajikan banyak pilihan kategori, ditampilkan secara polos begitu saja, dalam satu halaman besar. 5. Saya sering kesulitan dan membutuhkan waktu lama untuk mencari member tertentu. Tanpa mengetahui nama lengkap dan e-mail pribadi, sulit sekali mencari seorang member atau teman lama di Friendster. Fitur ini, bagi saya, termasud fitur yang urgensial untuk ditambah atau dikembangkan. Sebab, pesaing terdekat Friendster, yaitu Facebook, sudah mampu menangani masalah seperti ini.
-
Plus-Minus Point-nya
Facebook Pada mulanya, saya mengalami kesulitan kecil disaat registrasi Facebook. Saya sempat menunggu satu hari, ’jadwal kedatangan’ mail confirmation dari portal jejaring sosial yang awalnya digagas seorang mahasiswa Harvard University ini. Eh, ternyata, mail confirmation itu sudah datang sejak hari kemarin. Hanya saja, ia tidak terkirim ke dalam inbox, melainkan masuk ke dalam tumpukan bulk. Tapi, kesulitan kecil itu tidak berarti buat saya. Mengingat, saya terlanjur sibuk dan asyik meneliti fitur demi fitur yang disajikan Facebook. Fitur-fitur tersebutlah, yang menurut hemat saya, menjadi keunggulan utama dan diferensiasi Facebook dari portal layanan jejaring sosial sejenis. Mari disimak keunggulan dan fitur-fitur keren versi saya, yang ada di dalam Facebook berikut ini :
1. Tampilannya bersih dan minimalis. Mungkin karena saya penyuka desain layout yang simpel, tidak banyak corak dan warna, saya menyukai tampilan profil saya di Facebook.
2. Facebook dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan layanan jejaring sosialnya lebih private, fair dan beretika. Nama fitur itu adalah Anti Fake Account and Spam. Dengan fitur ini dijamin profil member Facebook tidak ada yang palsu, disamping Spam-pun tak akan mengganggu proses browsing dan surfing member di portal ini.
3. Jumlah foto yang bisa diunggah member tak dibatasi oleh Facebook. Privilese yang berarti ini, membuat saya enak membuat album foto, dan merancang kategorisasinya.
4. Dengan menjadi member Facebook, saya bisa mengetahui apa kegiatan kawan saya yang juga menjadi member, dalam rutinitas kesehariannya. Begitupun dengan kawan saya. Ia bisa mengetahui kemana saya pergi setiap harinya, jikalau saya aktif meng-update status lewat fitur Status Update.
5. Facebook menyediakan fitur Mobile Access dan Mobile Browsing. Yang ditulis pertama memungkinkan member melakukan proses pengelolaan halaman profil melalui handphone, seperti : updating status, add friend, cukup dengan mengirimkan pesan pendek. Adapun yang ditulis kedua, tentu saja fitur yang membuat Facebook dapat diakses melalui telepon genggam.
6. Saya termasuk kaum mayoritas pendukung browsing/surfing yang mengedepankan efisiensi dan efektifitas. Karena itu, saya menyukai Facebook yang proses loading-nya lebih cepat daripada portal layanan jejaring sosial lainnya, termasuk diantaranya Friendster. Loading cepat ini dikarenakan proses loading yang tak membutuhkan bandwith terlalu besar.
7. Fitur games memungkinkan member Facebook memainkan game tersebut didalam portal. Ini termasuk kreatifitas dan inovasi yang membuat banyak anak sekolah menengah sekarang beralih ke Facebook.
8. Berbagai macam aplikasi bisa dibuat member dan dipasang pada halaman profilnya, melalui fitur Develop Your Facebook Widget dari Facebook. Dengan fitur ini, saya bisa membuat dan memainkan game sendiri di halaman profil. Dibandingkan Friendster, saya merilis lebih banyak poin keunggulan untuk Facebook. Namun, itu belum mengindikasikan Facebook lebih baik dibandingkan Friendster. Setidaknya, ada 5 poin kelemahan Facebook, menurut pendapat subjektif saya. Ya, sama banyak poinnya dengan poin minus yang saya rilis untuk Friendster. Kelemahan-kelemahan itu diantaranya adalah :
1. Mail confirmation yang masuk ke bulk pasca proses pendaftaran member, bukannya masuk inbox e-mail pribadi, membuat proses pendaftaran sedikit tidak efisien.
2. Fitur yang berlimpah, sempat membuat saya agak ’grogi’ dan hambur waktu untuk menelaah fitur Facebook satu per satu.
3. Unlimited application dihalaman profil membuat proses loading memakan banyak waktu. Adakalanya, berlimpahnya aplikasi membuat saya sedikit terganggu ketika banyak rekan mengajak untuk join aplikasi.
4. Kustomisasi layout-nya sedikit rumit, sehingga bagi saya yang menyukai penyegaran tampilan secara berkala, proses kustomisasi Facebook ini rasa-rasanya kurang ramah pakai bagi para member.
5. Member Facebook belum sebanyak member Friendster di Indonesia. Jadi, meskipun fiturnya bejibun dan eksklusifitasnya lebih tinggi dari Friendster.
Setelah saya memaparkan secara konkret poin-poin plus minus daripada Friendster maupun Facebook, dapat kita simpulkan bahwa hanya memhamburkan uang saja he...he...he




0 komentar
Posting Komentar